Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 04 April 2011

CARA PEROLEHAN AKTIVA TETAP

CARA PEROLEHAN AKTIVA TETAP

Diskon Tunai
Apabila aktiva tetap yang dibeli mendapat diskon tunai karena pembeli membayar lebih cepat, maka bagaiman diskon tersebut dilaporkan? Ada dua sudut pandang dalam hal ini :
Diskon, baik diambil atau tidak, dianggap sebagai pengurang biaya aktiva ; alasannya adalah bahwa biaya riil dari aktiva merupakan kas atau harga ekuivalen kas aktiva.
Diskon tunai tidak selalu harus dianggap sebagai kerugian karena syaratnya mungkin tidak menguntungkan atau mungkin tidak bijaksana bagi perusahaan untuk mengambil diskon itu.
Saat ini kedua metode masih digunakan, dalam prakteknya, yang lebih disukai adalah metode atau sudut pandang yang pertama.
Contoh :
Perusahaan Company srhit, membeli satu unit mesin jahit pada perusahaan Telleng dengan harga $100.000, karena pembeliannya secara tunai maka Company Srhit memperoleh diskon 10% dari harga mesin (syarat 10/15/30). Jurnalnya sbb:
Mesin $100.000
Kas $ 90.000
Diskon $ 10.000


Kontrak Pembayaran yang Ditangguhkan
Aktiva tetap sering kali dibeli atas dasar kontrak kredit jangka panjang dengan menggunakan wesel, hipotik, obligasi, atau kewajiban peralatan. Agar menrefleksikan biaya secara tepat, aktiva yang dibeli dengan kontrak kredit jangka panjang harus diperhitungkan pada nilai sekarang dari pertimbangan yang dipertukarkan antara pihak-pihak yang melakukan kontrak pada tanggal transaksi.
Jika tidak ada suku bunga yang ditetapkan, atau jika suku bunga yang dinyatakan tidak layak, maka suku bunga yang tepat harus diperkirakan. Tujuannya adalah untuk mendekati suku bunga yang akan dinegosiasikan antara pembeli dan penjual pada transakasi peminjaman sejenis. Factor yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam memperkirakan suku bunga adalah peringkat kredit pinjaman, jumlah dan tanggal jatuh tempo wesel, serta suku bunga yang berlaku sekarang. Perusahaan menggunakan harga pertukaran kas dari aktiva yang diperoleh (jika dapat ditentukan) sebagai dasar untuk mencatat aktiva dan mengukur unsure bunga.
Contoh :
Sutter company membeli sebuah robot penyomprot cat untuk lini produknya. Perusahaan ini mengeluarkan sebuah wesel tanpa bunga berjangka 5 tahun sebesra $100.000 kepada Wrigley Robitis, Inc. untuk peralatan baru. Suku bunga yang berlaku atas kewajiban sejenis adalah 10%. Sutter akan melunasi wesel ini dalam lima pembayaran cicilan sebesar %20.000 yang dilakukan pada setiap akhir tahun. Nilai pasar wajar robot yang dibuat secara khusus ini belum dapat ditentukan Sutter dank arena itu harus diperkirakan dengan menetapkan nilai pasar (nilai sekarang) wesel tersebut. Perhitungan nilai sekarang wesel dan ayat jurnal pada tanggal pembelian serta tanggal pembayaran adalah sebagai berikut:
Tanggal pembelian
Peralatan 75.816*
Diskonto atas wesel bayar 24.184
Wesel bayar 100.000
*nilai sekarang wesel = $20.000 (PVF-OA5. 10%)
=$20.000(3.79079); (table 6-4 buku Donald E. Kieso Akuntansi II)
=$75.816

Akhir tahun pertama
Beban bunag 7.582
Wesel bayar 20.000
Kas 20.000
Diskonto atas wesel bayar 7.582

Pendekatan bunga efektif = 7.582 {($100.000 – $24.184) x 10%}
Akhir ahun kedua
Beban bunag 6.340
Wesel bayar 20.000
Kas 20.000
Diskonto atas wesel bayar 6.340

Pembelian Lump Sum
Permasalahan khusus dalam penentuan harga aktiya tetap muncul ketika perusahaan membeli sekelompok aktiva tetap pada harga lump sum (lump sum price) tunggal. Nilai pasar wajarlah yang berlaku untuk menentukan teknik penilaian yang sesuai dengan situasinya.
teknik penilaian tunggal dan ganda, dalam situasi ini teknik tunggal akan lebih tepat.
Contoh:
Sebagai ilustrasi, Norduct homes, Inc. memutuskan untuk membeli beberapa aktiva berupa pemanas kecil dari Comforgt Heating seharga $80.000 Confort Heating sedang adalam proses likuiditas, dan aktiva yang dijula adalah :
Nilai buku nilai pasar
Persediaan $30.000 $25.000
Tanah 20.000 25.000
Bangunan 35.000 50.000
$85.000 $100.000

Harga beli sebesar $80.000 akan dialokasikan Norduct Homes atas dasar nilai pasar wajar relative (dengan asumsi identifikasi khusus terhadap biaya adalah tidak praktis) dengan cara berikut:

persediaan=$25.000/$100.000 x $80.000 =$20.000
tanah =$25.000/$100.000 x $80.000 =$20.000
bangunan =$50.000/$100.000 x $80.000 =$40.000

Penerbitan Saham
Apabila property diperoleh perusahaan melalui penerbitan sekuritas seperti saham biasa, maka biaya property itu tidak dapat diukur secara tepat dengan nilai pari atau nilai tetap saham tersebut. Jika saham itu diperdagangkan secara aktif, maka nilai pasar saham yang diterbitkan meerupakan indikasi yang wajar atas biaya property yang diperoleh.
Contoh:
Sebagai contoh, Uprage Living Co. memutuskan untuk membeli beberapa tanah yang berdekatan untuk memperluas operasi karpet dan lemarinya. Sebagai pengganti pembayaran tunai atas tanah tersebut, perusahaan menerbitkan 5.000 lembar saham biasa kepada Deedland Compony (nilai pari $10) yang memiliki nilai pasar wajar $12 persaham. Uprage Living Co. akan membuat ayat jurnal berikut.
Tanah (5.000 x $12) $60.000
Saham biasa $50.000
Tambahan Modal disetor $10.000

Jika nilai pasar saham biasa yang ditukarkan tidak dapat ditentukan perusahaan, maka nilai pasar property itu harus ditentukan dan digunakan sebagai dasar untuk mencatat aktiva dan penerbitan saham biasa.

Pertukaran Aktiva Nonmoneter
Akuntansi yang tepat untuk pertukaran aktiva nonmoniter ini seperti property, pabrik, dan peralatan masih diperdebatkan atau masih kontraversial. Berikut ini beberapa pendapat:
Sebagian akuntan berpendapat bahwa akuntansi untuk jenis pertukaran ini harus didasarkan atas nilai wajar aktiva yang diberikan atau diterima, dengan mengakui suatu keuntungan atau kerugian
Sebagian akuntan berpendapat bahwa akuntansi untuk jenis pertukaran ini harus didasarkan atas jumlah yang tercatat (nilai buku) dari aktiva yang diberikan, tanpa mengakui keuntungan atau kerugian.
Sementara yang lainnya lagi memilih pendekatan yang akan mengakui kerugian dalam semua kasus, tetapi menagguhkan keuntungan dalam situasi khusus.

Pertukaran-Situasi Kerugian
Sebagai contoh, Information Processing, Inc. menukarkan mesin bekasnya dengan model yang lebih baru dari Jerrod Business Solution Inc. mesin bekas yang diberikan memiliki nilai buku sebesar $8.000 (biaya awal $12.000 dikurangi penyusutan $4.000) dan nilai wajar sebesar $6.000. mesin tersebut ditukarkan dengan model baru yang memiliki catalog sebesar $16.000. Jerrod memberikan Information Processing tombokan sebesar $9.000 untuk mesin bekas.
Information processing menghitung biaya untuk aktiva baru sebagai berikut:
Harga catalog mesin baru $16.000
Dikurangi: tombokan untuk mesin bekas 9.000
Pembayaran tunai 7.000
Nilai wajar mesin bekas 6.000
Biaya mesin baru 13.000

Information processing mencatat transaksi ini adalah sbb:
Peralatan 13.000
Akumulasi penyusutan – peralatan 4.000
Kerugian atas pelepasan peralatan 2.000
Peralatan 12.000
Kas 7.000

Kerugian atas pelepasan mesin bekas dapat diverifikasi sbb:
Nilai wajar mesin bekas $ 6.000
Nilai buku mesin bekas 8.000
Kerugian atas pelepasan mesin bekas 2.000

Pertukaran--situasi keuntungan
Contoh:
Sebagai ilustrasi, Interstate transportasi company menukarkan sejumlah truk bekas ditambah kas dengan semi truk. Truk bekas tsb memiliki nilai buku gabungan sebesar $42.000(biaya sebesar $64.000 dikurangi akumulasi penyusutan sebesar $22.000). agen pembelian Interstate, yang pernah melakukan transaksi pasar loak, menyatakan bahwa truk bekas tsb memiliki nilai pasar wajar sebesar $49.000. selain truk, Interstate juga harus membayar $17.000 tunai untuk semi-truk Interstate menghitung biaya semi truk sbb:
Nilai wajar truk yang ditukar $49.000
Kas yang dibayarkan 17.000
Biaya tanah semi—truk 66.000

Transaksi pertukaran ini adalah:
Semi—truk 66.000
Akumulasi penyusutan—Truk 22.000
Truk 64.000
Keuntungan dan Pelepasan Truk 7.000
Kas 17.000

Keuntungan merupakan selisih antara nilai wajar truk bekas dan nilai bukunya. Jumlah ini diversifikasi sbb:
Nilai wajar truk bekar $49.000
Biaya truk bekas $64.000
Dikurangi: akumulasi penyusutan 22.000
Nilai buku truk bekas $ 42.000
Keuntungan dari pelepasan truk bekas $ 7.000

Tidak ada substansi komersial—tidak ada kas yang diterima
Nilai wajar semi truk $66.000
Dikurangi: keuntunga yang ditangguhkan $7.000
Dasar semi—truk $59.000
Atau
Nilai buku truk bekas $42.000
Ditambah: kas yang dibayar $17.000
Dasar semi—truk $59.000

Mencatat transaksi ini sbb:
Semi—truk $ 59.000
Akumulasi penyusutan—Truk $22.000
Truk $64.000
Kas $17.000

Tidak ada substansi komersial—sejumlah kas diterima
Rumusnya:
(kas yang diterima)/(kas yang diterima(tompokan)+nilai wajar aktiva lain yang diterima) x keuntungan total=keuntungan yg diakui

Untuk mengilustrasikannya, asumikan bahwa Qeenan menukarkan mesin bekas yang mempunyai nilai buku $60.000(biaya $110.00 dikurangi akumulasi penyusutan $50.000) dan nilai wajar sebesar $100.000. dalam pertukaran tersebut perusahaan menerima sebuah mesin dengan nilai wajar $90.000 ditambah kas sebesar $10.000. perhitungan keuntungan total dari pertukaran tsb, sbb:
Nilai wajar mesin yang ditukarkan $100.000
Nilai buku mesin yang ditukarkan $ 60.000
Keuntungan total $ 40.000

Bagian keuntungan diakui perusahaan adalah rasio aktiva moneter (dalam hal ini adalah kas) dibandingkan dengan nilai total yang diterima. Queenan menghitung bagian keuntungan sbb:
$10.000/($10.000+$90.000) x $40.000=$4.000

Karena Queenan hanya mengakui keuntungan sebesar $4.000 dari transaksi ini, perusahaan menangguhkan sisanya sebesar $36.000 ($40.000 - $4.000) dan mengurangi dasar (biaya yang cacat) mesin baru. Ilistrasinya sbb:
Nilai wajar mesin baru $90.000
Dikurangi: keuntungan yang ditangguhkan $ 36.000
Dasar mesin baru $ 54.000
Atau
Nilai buku mesin lama $60.000
Bagian dari nilai buku yang dianggap terjual $ 6.000*
Dasar mesin baru $ 54.000

*($ 10.000)/$100.000 x $60.000=$6.000

Ayat jurnal sbb:
Kas $ 10.000
Mesin $ 54.000
Akumulasi Penyusutan—mesin $ 50.000
Mesin $110.000
Keuntungan dari Pelepasan Mesin $ 4.000


Akuntansi Untuk Kontribusi
Perusahaan kadang-kadang menjadi penerima atau pemberi kontribusi(donasi atau hadiah). Kontribusi ini sering disebut sebagai transfer tanpa timbal balek. Secara umum, kontribusi yang diterima harus diakui sebagai pendapatan dalam peride penerimaannya. Kronstribusi akan diukur pada nilai wajar aktiva yang diterima.
Sebagai ilustrasi, Max Wayer Meat Packing, Inc. baru-baru ini menerima donasi tanah dengan nilai wajar $150.000 dari Memphis Industrial Development Corp. sebagai balasan atas janji untuk membangun pabrik pengepakan di Memphis. Ayat jurnal sbb:
Tanah $150.000
Pendapatan Kontribusi $150.000

Apabila aktiva nonmoneter dikontribusikan, maka jumlah donasi itu harus dicatat sebagai beban pada nilai wajar aktiva yang didonasikan. Jika pendapat selisih antara nilai wajar aktiva dan nilai bukunya, maka keuntungan atau kerugian harus diakui. Sebagai ilustrasi, Kline Industries mendonasikan tanah yang berharga pokok $80.000 dan memiliki nilai pasar wajar sebesar $110.000 kepada kota Angeles untuk lahan parker. Kline Industries mencatat donasi ini sbb:

Beban Kontribusi $110.000
Tanah $80.000
Keuntungan atas Pelepsan tanah $30.000


Membangun Sendiri
Menbagun sendiri yaitu perolehan aktiva dengan membangun sendiri suatu aktiva sehingga siap untuk dugunakan, dan biaya-biaya yang diperlukan untuk membangun sampai jadi suatu aktiva.tersebut merupakan harga perolehan aktiva itu.
Untuk mengilustrasikan, perusahaan Company Trasport ingin membangun satu gedung untuk penyimpanan mobilnya, biaya untuk membangun gedung tersebut rinciannya sbb:
Pembelian besi $1.000.000
Pembelian semen $1.500.000
Gaji pekerja $500.000
Biaya Overhead $100.000
Jumlah biaya yang diperlukan $3.100.000

Jadi, perusahaan Company membutuhkan/menghabiskan dana sebanyak $3.100.000 untuk memperoleh(membangun) gedung(aktiva) tersebut.
Jurnalnya pada saat gedung sudah siap/diperoleh sbb:

Gedung $3.100.000
Pembelian besi $1.000.000
Pembelian semen $1.500.000
Gaji pekerja $500.000
Biaya Overhead $100.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar